Konon ada seorang pendeta yang dipuja seluruh dunia.Mereka menyebut dia hamba Tuhan yang Tulus karena dia telah melakukan Ritual dan memuja dikuik selama hampir delapan puluh tahun.
Suatu hari pendeta merasakan sakit dikakinya,dan dia menangis, “Duhai Tuhan, Allah! Hamba telah mempersembahkan hidup hamba delapan puluh tahun untuk Engkau.Hamba telah memberikan semua milik hamba,tubuh hamba,dan jiwa hamba untuk Engkau.Mengapa hamba menderita penyakit ini?Mengapa hamba harus tersiska seperti ini? ” Sang pendeat menangis terus karena penyakitnya,dia mengeluh kepada Tuhan dengan nafasnya yang tersengal sengal.
Akhirnya Tuhan menjawabnya, “Wahai manusia,wahai hamba engkau tidak akan pernah memandangKU dan engkau tdk dapat melihatKu? Selama delapan puluh tahun engkau hanya melihat dirimu sendiri.Berada dalam kuil ini bukan berarti bahwa engkau telah melihatKU.Siapa yang melakukan kewajiban yang engkau katakan itu?AKU lah yang bekerja untukmu selama delapan puluh tahun.Engkau tidak pernah melakukan sesuatu pun untuk AKU.”
Engkau kerjakan kewajibanmu sendiri,bukan kewajibanKU.Jika saja engkau melakukan kewajibanKU barang sedetik saja,engkau telah melihatKU detik itu juga.Semua usahamu hanya untuk dirimu sendiri,yang memelihara pujaanmu dan persembahanmu sendiri.Dan sekarang engkau menyalahkan AkU karena penyakit kecil ini.
Pernahkah engkau melihat dirimu sendiri? Apakah seluruh kewajiban itu untukKU atau untuk dirimu sendiri?”
“Penyakit kecil yang engkau derita dikakimu sekaran ini hanyalah sebagian kecil yang muncul diluar pengampunanKU.Ini hanya penyakit sepele,dan engkau menyalahkanKU,bertanya tanya apa yang sedang AKU lakukan ini padamu.Tetapi AkU bertanya tanya apa yang engkau lakukan jika yang akan engkau lakukan jika engkau menanggung luka penuh dari semua karma yang telah engkau ambil selama bertahun tahun”"